Sabtu, 08 Desember 2012

Hukum Pacaran Menurut Islam


Berikut adalah tulisan sederhana "Hukum Pacaran Menurut Islam" :
Islam agama yang sempurna telah mengatur segala seluk-beluk berkaitan dengan kehidupan manusia,Allah telah memberikan kepada setiap manusia kecendrungan untuk suka kepada lawan jenisnya,kecendrungan seorang laki-laki suka kepada wanita sebagai lawan jenisnya begitu pula sebaliknya,hal itu untuk mendukung serta menjadi penyebab berkembang biaknya anak manusia dan juga menjadi penyebab keberlangsungan kehidupan manusia di dunia ini,walaupun demikian Islam memberikan konsep yang sangat sempurna dan komplit terkait dengan pengaturan kecendrungan tersebut agar tidak menjadi penyebab terjadinya kerusakan serta madharat bagi kelangsungan hidup ummat manusia.

Islam Menganjurkan Nikah Bukan Pacaran
Kecendrungan yang kami sebut diatas apabila tidak diatur serta dimenej secara baik bisa dipastikan justru akan menyebabkan kekacauan serta kerusakan di muka bumi,betapa banyak kita mendengar dan membaca sebagian kaum perempuan yang telah dianggap sampah masyarakat karena pacaran yang akhirnya berujung petaka,bahkan dewasa ini masyarakat sudah mengetahui bahwa apabila seorang sudah mulai berpacaran itu tanda bahwa pergaulannya telah tercemar dan rusak.Islam menganjurkan ummatnya untuk segera menikah untuk menyalurkan kecendrungan kepada lawan jenis secara baik dan bertanggung jawab.
Allah berfirman dalam surat an-Nisa' ayat:3 yang artinya:
"Nikahilah wanita-wanita lain yang kamu senangi,dua,tiga atau empat,kemudian apabila kamu takut tidak bisa berlaku adil maka nikahilah seorang saja".
Serta ayat-ayat al-Qur'an lainnya yang senada dengan ayat ini.
Rasulullah-shallallahu alaihi wasallam-bersabda:
hukum pacaran menurut islam"Apabila seorang hamba telah menikah maka dia telah menyempurnakan setengah agamanya,maka hendaknya dia bertakwa dalam menjalankan setengah lainya"(Hadits Shahih disebabkan jalannya yang banyak,HR.Baihaqi).
Serta hadits-hadits lain yang senada dengannya.

Selayang Pandang Akibat Pacaran dan Bahaya Ikhtilat di Negara Barat
Secara garis besar bahaya ikhtilat (campur baur antara laki-laki dengan wanita bukan mahram) serta pacaran di negeri barat bisa dibagi menjadi dua bagian:
  • Menyebar lausnya kerusakan dan terjerumusnya kebanyakan manusia kepada kehinaan dan perzinaan.
Dua orang wartawan barat Jal Lib dan Lee Mortimor menuliskan dalam buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab (Amrika Daulatun Tahkumuhal Ashabat hlm.26):
"Maka di antara akibat dari kebebasan yang kebablasan ini adalah apa yang emnimpa kaum perempuan berupa terjadinya kesulitan-kesulitan ekonomi dan sosial,yang paling berbahaya adalah:berpalingnya kaum laki-laki untuk menikah,apalagi jika mereka disuruh menikah dengan para wanita yang mengusung kebebasan dan liberalisme,karena menurut mereka perempuan seperti itu adalah perempuan yang jelek yang tidak akan mampu menjadi ibu bagi anak-anak yang baik....maka para laki-laki Amerika akan segera menempuh jalan pintas dan mudah untuk melampiaskan syahwatnya...para wanita tersedia di mana-mana di kantor-kantor di klub-klub dll..".

Akibat Kedua
hukum pacaran menurut islamMatinya kecendrungan kepada lawan jenis,hal ini diakibatkan karena seorang laki telah terbiasa melihat pemandangan seronok seorang perempuan maka lama-lama kelamaan kecendrungannya dengan lawan jenis menjadi pudar bahkan mati,maka agar kecendrungan iu bangkit lagi membutuhkan keadaan serta perilaku aneh serta luar biasa,maka tersebarlah lesbian dan homoseksual-na'udzu billah-.(Dikutip dari Kitab Tuhfatul Arus hlm.14-15).yeninurrahmayanti@gmail.com

Jumat, 30 November 2012

<iframe style="width:100%; height:100%; border:none; margin:0; padding:0;" src="http://log.viva.co.id/iframe" scrolling="no"></iframe>

Pemberian Oksigen dengan Berbagai Cara


Pengertian
Pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu dan oksigen. Pemberian oksigen pada klien dapat melalui kanula nasal dan masker oksigen. (Suparmi, 2008:66)
Tujuan Umum 
  1. Meningkatkan ekspansi dada
  2. Memperbaiki status oksigenasi klien dan memenuhi kekurangan oksigen 
  3. Membantu kelancaran metabolisme
  4. Mencegah hipoksia 
  5. Menurunkan kerja jantung 
  6. Menurunkan kerja paru –paru pada klien dengan dyspnea
  7. Meningkatkan rasa nyaman dan efisiensi frekuensi napas pada penyakit paru (Aryani, 2009:53)
Indikasi
Efektif diberikan pada klien yang mengalami :
1.    Gagal nafas Ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan tekanan parsial normal O2 dan CO2 di dalam darah, disebabkan oleh gangguan pertukaran O2 dan CO2  sehingga sistem pernapasan tidak mampu memenuhi metabolisme tubuh. 
2.    Gangguan jantung (gagal jantung) Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan oksigen. 
3.    Kelumpuhan alat pernafasan Suatu keadaan dimana terjadi kelumpuhan pada alat pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen karena kehilangan kemampuan ventilasi secara adekuat sehingga terjadi kegagalan pertukaran gas O2 dan CO2.
4.    Perubahan pola napas.Hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), dyspnea (kesulitan bernapas, misal pada pasien asma),sianosis (perubahan warna menjadi kebiru-biruan pada permukaan kulit karena kekurangan oksigen), apnea (tidak bernapas/ berhenti bernapas), bradipnea (pernapasan lebih lambat dari normal dengan frekuensi kurang dari 16x/menit), takipnea (pernapasan lebih cepat dari normal dengan frekuensi lebih dari 24x/menit (Tarwoto&Wartonah, 2010:35)
5.    Keadaan gawat (misalnya : koma) Pada keadaan gawat, misal pada pasien koma tidak dapat mempertahankan sendiri jalan napas yang adekuat sehingga mengalami penurunan oksigenasi.
6.     Trauma paru,Paru-paru sebagai alat penapasan, jika terjadi benturan atau cedera akan  mengalami gangguan untuk melakukan inspirasi dan ekspirasi.
7.    Metabolisme yang meningkat : luka bakar.Pada luka bakar, konsumsi oksigen oleh jaringan akan meningkat dua kali lipat sebagai akibat dari keadaan hipermetabolisme.
8.     Post operasi,Setelah operasi, tubuh akan kehilangan banyak darah dan pengaruh dari obat bius akan mempengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga sel tidak mendapat asupan oksigen yang cukup.
9.     Keracunan karbon monoksida,Keberadaan CO di dalam tubuh akan sangat berbahaya jika dihirup karena akan menggantikan posisi O2 yang berikatan dengan hemoglobin dalam darah.(Aryani, 2009:53)
Kontraindikasi

Tidak ada konsentrasi pada pemberian terapi oksigen dengan syarat pemberian jenis dan jumlah aliran yang  tepat. Namun demikan, perhatikan pada khusus berikut ini
  1. Pada klien dengan PPOM (Penyakit Paru Obstruktif Menahun) yang mulai bernafas spontan maka pemasangan masker partial rebreathing dan non rebreathing dapat menimbulkan tanda dan gejala keracunan oksigen. Hal ini dikarenakan jenis masker rebreathing dan non-rebreathing dapat mengalirkan oksigen dengan konsentrasi yang tinggi yaitu sekitar 90-95%
  2. Face mask tidak dianjurkan pada klien yang mengalami muntah-muntah
  3.  Jika klien terdapat obstruksi nasal maka hindari pemakaian nasal kanul. (Aryani, 2009:53)


Hal - hal yang perlu diperhatikan
  • Perhatikan jumlah air steril dalam humidifier, jangan berlebih atau kurang dari batas. Hal ini penting untuk mencegah kekeringan membran mukosa dan membantu untuk mengencerkan sekret di saluran pernafasan klien
  •  Pada beberapa kasus seperti bayi premature, klien dengan penyakit akut, klien dengan keadaan yang tidak stabil atau klien post operasi, perawat harus mengobservasi lebih sering terhadap respon klien selama pemberian terapi oksigen
  • Pada beberapa klien, pemasangan masker akan  memberikan tidak nyaman karena merasa “terperangkat”. Rasa tersebut dapat di minimalisir jika perawat dapat meyakinkan klien akan pentingnya pemakaian masker tersebut.
  • Pada klien dengan masalah febris dan diaforesis, maka perawat perlu melakukan perawatan kulit dan mulut secara extra karena pemasangan masker tersebut dapat menyebabkan efek kekeringan di sekitar area tersebut.
  • Jika terdapat luka lecet pada bagian telinga klien karena pemasangan ikatan tali nasal kanul dan masker. Maka perawat dapat memakaikan kassa berukuran 4x4cm di area tempat penekanan tersebut.
  • Akan lebih baik jika perawat menyediakan alat suction di samping klien dengan terapi oksigen
  •  Pada klien dengan usia anak-anak, biarkan anak bermain-main terlebih dahulu dengan contoh masker.
  • Jika terapi oksigen tidak dipakai lagi, posisikan flow meter dalam posisi OFF
  • Pasanglah tanda : “dilarang merokok : ada pemakaian oksigen” di pintu kamar klien, di bagian kaki atau kepala tempat tidur, dan di dekat tabung oksigen. Instrusikan kepada klien dan pengunjung akan bahaya merokok di area pemasangan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran.  (Aryani, 2009:53)
PEMBERIAN OKSIGEN MELALUI NASAL KANULA
Pengertian 
    Pemberian oksigen pada klien yang memerlukan oksigen secara kontinyu dengan kecepatan aliran 1-6 liter/menit serta konsentrasi 20-40%, dengan cara memasukan selang yang terbuat dari plastik ke dalam hidung dan mengaitkannya di belakang telinga. Panjang selang yang dimasukan ke dalam lubang dihidung hanya berkisar 0,6 – 1,3 cm. Pemasangan nasal kanula merupakan cara yang paling mudah, sederhana, murah, relatif nyaman, mudah digunakan cocok untuk segala umur, cocok untuk pemasangan jangka pendek dan jangka panjang, dan efektif dalam mengirimkan  oksigen. Pemakaian nasal kanul juga tidak mengganggu  klien untuk melakukan aktivitas, seperti berbicara atau makan. (Aryani, 2009:54)

Tujuan
a.    Memberikan oksigen dengan konsentrasi relatif rendah saat kebutuhan oksigen minimal.
b.    Memberikan oksigen yang tidak terputus saat klien makan atau minum.
(Aryani, 2009:54)
Indikasi
Klien yang bernapas spontan tetapi membutuhkan alat bantu nasal kanula untuk memenuhi kebutuhan oksigen (keadaan sesak atau tidak sesak). (Suparmi, 2008:67)
 Prinsip
a.  Nasal kanula untuk mengalirkan oksigen dengan aliran ringan atau rendah, biasanya hanya 2-3 L/menit.
b.    Membutuhkan pernapasan hidung
c.    Tidak dapat mengalirkan oksigen dengan konsentrasi >40 %.
(Suparmi, 2008:67)

http://1.bp.blogspot.com/-M2dyvS0rbuw/TvU35_UYP9I/AAAAAAAAAIc/mP5MqMFVKJo/s1600/1.png                                   http://2.bp.blogspot.com/-tgVLyKltS3I/TvU541M-UwI/AAAAAAAAAJU/1_vjkj7aSVI/s1600/New+Picture+%25281%2529.png




PEMBERIAN OKSIGEN MELALUI MASKER OKSIGEN

Pengertian
Pemberian oksigen kepada klien dengan menggunakan masker yang dialiri oksigen dengan posisi menutupi hidung dan mulut klien. Masker oksigen umumnya berwarna bening dan mempunyai tali sehingga dapat mengikat kuat mengelilingi wajah klien. Bentuk dari face mask bermacam-macam. Perbedaan antara rebreathing dan non-rebreathing mask terletak pada adanya vulve yang mencegah udara ekspirasi terinhalasi kembali. (Aryani, 2009:54)
    Macam Bentuk Masker
a.       Simple face mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen 40-60% dengan kecepatan aliran 5-8 liter/menit. 
b.      Rebreathing mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen 60-80% dengan kecepatan aliran 8-12 liter/menit. Memiliki kantong yang terus mengembang baik, saat inspirasi maupun ekspirasi. Pada saat inspirasi, oksigen masuk dari sungkup melalui lubang antara sungkup dan kantung reservoir, ditambah oksigen dari kamar yang masuk dalam lubang ekspirasi pada kantong. Udara inspirasi sebagian tercampur dengan udara ekspirasi sehingga konsentrasi CO2 lebih tinggi daripada simple face mask. (Tarwoto&Wartonah, 2010:37)
Indikasi : klien dengan kadar tekanan CO2 yang rendah. (Asmadi, 2009:33)
http://1.bp.blogspot.com/-0SwjPk_e5Lg/TvU5datwRiI/AAAAAAAAAIo/_XqKClBesao/s1600/re1.png


c.    Non rebreathing mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen sampai 80-100% dengan kecepatan aliran 10-12 liter/menit. Pada prinsipnya, udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi karena mempunyai 2 katup, 1 katup terbuka pada saat inspirasi dan tertutup saat pada saat ekspirasi, dan 1 katup yang fungsinya mencegah udara kamar masuk pada saat inspirasi dan akan membuka pada saat ekspirasi. (Tarwoto&Wartonah, 2010:37)
Indikasi : klien dengan kadar tekanan CO2  yang tinggi. (Asmadi, 2009:34)
     http://3.bp.blogspot.com/-5ltX92KyXXU/TvU5t5zOnzI/AAAAAAAAAJA/SGf86i1zKps/s1600/non1.pngyeninurrahmayanti.blogspot.com                                                     http://4.bp.blogspot.com/-H7vZYFJNgQY/TvU5vnBGv3I/AAAAAAAAAJI/Bz0Q2LQEvqA/s1600/non2.png


Tujuan 
    Memberikan tambahan oksigen dengan kadar sedang dengan konsentrasi dan kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanul. (Suparmi, 2008:68)

Prinsip
  Mengalirkan oksigen tingkat sedang dari hidung ke mulut,
dengan aliran 5-6 liter/menit dengan konsentrasi 40 - 60%. (Suparmi, 2008:68)

PROSEDUR TEKNIK RELAKSASI



Dalam relaksasi otot (progresive muscle relaxation) sendiri, individu akan diberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana cara menegangkan sekelompok otot tertentu kemudian melepaskan ketegangan itu. Bila sudah dapat merasakan keduanya, klien mulai membedakan sensasi pada saat otot dalam keadaan tegang dan rileks. Relaksasi progrsif adalah suatu cara dari teknik relaksasi yang mengkombinasi latihan nafas dalam dan serangkaian kontraksi dan relaksasi otot 
        Relaksasi progresif yaitu teknik merelaksasikan otot dalam pada bagian tubuh tertentu  atau seluruhnya melalui teknik program terapi ketegangan otot. Teknik relaksasi otot dalam merupakan teknik relaksasi yang tidak membutuhkan imajinasi atau sugesti










Kamis, 29 November 2012

ASKEP PNEUMONIA


PENGKAJIAN KESEHATAN ANAK

IDENTITAS KLIEN
                                                                  
No Rekam Medis                             :     01072755
Nama Klien                                      :     An.M
Nama panggilan                               :     An.M
Tempat/tgl lahir                                :     Surakarta/13 maret 2010
Umur                                                :     15 bulan 10 hari
Jenis Kelamin                                   :     Perempuan
Suku                                                 :     Jawa
Nama ayah/ibu/wali                          :     Ny.I/Tn.H
Pekerjaan ayah/ibu/wali                    :     Swasta
Pendidikan                                       :     SMA
Alamat ayah/ibu/wali                       :     Cangkan RT2/10 Banjarsari,Surakarta
Tanggal masuk RS                           :    22 juni 2011
Tanggal Pengkajian                         :    23 juni 2011
Diagnosa                                          :     Pneunomonia

KELUHAN UTAMA  
          Batuk , sesak, nafas terengah-engah

RIWAYAT KELUHAN SAAT INI
1.      Onset Terjadinya     
Pasien datang diantar oleh orang tuanya ke IGD RSUD Dr.Moewardi Surakarta pada tanggal 22 juni 2010 jam 19.00 WIB, dengan keluhan batuk pilek, sesak nafas, akral teraba hangat dengan suhu 38,6 0C, badan lemas, mata tampak berair, muntah (-), dan wajah terlihat kemerahan.
2.      Karakteristik           
Batuk pilek, sesak nafas disertai adanya sekret
3.      Pengkajian Penyakit saat ini
An.M mengalami batuk pilek selama 2 hari , demam dengan suhu 38,6 0C, sesak, nafas terengah-engah sehingga oleh keluarganya dibawa ke puskesmas. Karena dirasa tidak ada perkembangan keadaan anaknya, keluarga membawa An.M ke RSUD DR.Moewardi Surakarta. 

RIWAYAT KESEHATAN  MASA LALU
1.      Prenatal                               
Selama hamil ibu pasien tidak pernah mengalami gangguan kehamilan , ibu selalu rutin memeriksakan kehamilanya ke bidan pada trimester 1 : 2x, trimester 2 : 2x dan trimester 3 : 3x sampai usia kehamilan 8 bvccvulan ( 32 minggu), ibu tidak mengalami keluhan selama hamil. Riwayat G1P1A0, usia gestasi 38 minggu. Penyakit selama kehamilan tidak ada. Ibu pasien melahirkan di bidan.
2.      Kelahiran
Ibu mengatakan persalinan An.M secara section cessaria di RS yang dibantu oleh dokter. An.M lahir dengan BB : 3500gr,PB : 50gr

3.       Post natal   
Tidak ada masalah setelah melahirkan, tidak ada komplikasi persalinan. Ibu mengatakan setelah kelahiran rutin memeriksakan anaknya ke puskesmas terdekat dan mendapatkan imunisasi lengkap.
4.         Penyakit yang pernah diderita       
Anak sebelumnya pernah sakit batuk saat usia 8 bulan dan diperisakan k klinik terdekat.

Hospitalisasi/tindakan operasi   : Klien sebelumnya tidak pernah mondok di rumah sakit moewardi
Injuri/kecelakaan  : Keluarga mengatakan selama ini anak tidak pernah mengalami trauma

a.       Alergi                  :
Selama ini An M tidak mempunyai riwayat alergi terhadap obat maupun makanan.
b.      Imunisasi dan tes laboratorium   :
An. M mendapat imunusasi Hepatitis B ,BCG, DPT 1, Polio

c.       Pengobatan                     :
Saat pengkajian klien sudah terpasang infuse D5-1/4 NS 20 tpm,terapi oksigen 2lpm, cefotaxime 250 mg/8 jam, chloram 200mg/6 jam, paracetamol 3x100mg k/p

d.        Pertumbuhan dan Perkembangan
Lahir dengan Usia Kehamilan 38 minggu
BB saat lahir 3500 gram,PB saat lahir 50 cm
BB saat ini 8100 gram , PB saat ini 68 cm
An. M tengkurap umur 6 bulan dan duduk umur 7 bulan

e.       Kebiasaan : menggigit jari
Pola Tingkah Laku: rewel saat haus dan lapar, menggigit jari
Aktivitas hidup sehari hari: untuk kebutuhan aktifitas sehari-hari pasien dibantu oleh keluarganya baik makan, minum dan toileting

REVIEW SISTEM

No
Sistem
Hasil
1
Umum
Keadaan umum: pucat, lemas, 38,60C (naik turun dalam satu hari). Tidak ada keringat dingin, mengalami penurunan nafsu makan  

2
Kulit
Tidak ada pruritus , pigmen kulit merata,warna kulit sawo matang, turgor kulit elastic,tekstur halus
3
Kepala
Tidak terdapat lesi, pertumbuhan rambut merata
4
Mata
Klien kadang menggosok matanya karena gatal, gerakan mata dapat membuka dan menutup secara normal
5
Hidung
Tidak terjadi epistaksis, terpasang kanul nasal 2 lpm
6
Telinga
kemampuan mendengar baik
7
Mulut
ada pernafasan mulut, tidak terjadi perdarahan gusi
8
Tenggorokan
Tidak ada peradangan &pembengkakan tidak terdapat pembesaran tonsil
9
Leher
Tidak terjadi pembesaran kelenjar tiroid, tidak terjadi peningkatan vena jugularis
10
Dada
Bentuk simetris antara kanan&kiri, terdapat retraksi dada atau tarikan dinding  dada saat bernafas
11
Pernafasan
Suara nafas rokhi, nafas cepat, bernafas dengan bantuan O2 2 lpm
12
Kardiovaskuler
Tidak ada murmur jantung, 
13
Gastrointestinal
Tidak muntah, tidak ada distensi abdomen, bentuk datar
14
Genitourinary
Pasien BAK tanpa alat bantu, tidak ada gangguan
15
Ginekologi
Vagina bersih, tidak ada tanda kemerahan pada daerah vagina
16
Muskuloskeletas
Tidak ada deformitas tulang, tidak ada fraktur, tingkat aktifitas terbatas
17
Neurologi
Normal
18
Endokrin
Pasien tidak punya riwayat DM

RIWAYAT NUTRISI
1.       Pemberian ASI=ya, lama pemberian   :   sejak lahir sampai   sekarang + 3 bulan
2.       Pemberian susu Formula                     :   Ya 
      Mulai Pemberian                                 :   umur 3 bulan
      Jumlah Pemberian                               :   20-30 cc
      Pemberian cairan per hari                    :   750 cc
      Pemberian cairan ekstra                      :   Teh, jus ( Tidak)
      Penggunaan botol                               :   ya
3.       Pemberian Makanan Sereal                 :   ya, bubur tim
      Kapan diberikan                                  :   sejak umur 5bulan
      Jenis                                                    :   buatan sendiri
      Pemberian vitamin                              :   tidak           Dosis : -
      Nafsu makan                                       :  baik
4.       Kebiasaan sarapan                               :   ya               Makan siang : ya
      Makanan favorit : biskuit           jumlah makanan perhari : -
      Kebiasaan makan manis/snak            :   biscuit,roti          gosok gigi : -
RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
  1. Pohon keluarga
 








                   

Keterangan :

:  laki-laki
          
 : perempuan
 

                      : meninggal
  
: pasien  

  1. Penyakit keturunan dan kelainan congenital
Ibu klien mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang memiliki penyakit keturunan seperti DM , hipertensi dan asma
  1. Kebiasaan keluarga meliputi merokok atau penggunaan zat kimia
Ayah klien mempunyai kebiasaan merokok
  1. Letak geografis perjalanan jauh yang baru dilakukan atau kontak dengan turis asing: tempat tinggal klien berada di dataran rendah, belum pernah melakukan perjalanan jauh.
  
RIWAYAT SOSIAL :
1)             Struktur keluarga :
a.              Komposisi keluarga :terdiri dari Tn. T(36)=ayah ,Ny.S(28)= ibu, dan   klien(15 bulan)
b.             Lingkungan rumah dan komunitas :lingkungan cukup bersih, &nyaman
c.              Pendidikan dan pekerjaan : ayah dan ibu klien pendidikan lulusan SLTA,pekerjaan Swasta
d.             Tradisi budaya dan agama:budaya jawa,agama islam
2)             Fungsi keluarga
a.              Interaksi dan peran keluarga ; Ayah berperan dalam mencari nafkah,ibu sebagai ibu rumah tangga
b.             Pembuat keputusan dan problem solving : keputusan dalam keluarga selalu diambil secara diskusi
c.              Komunikasi :Komunikasi dan kontak orangtua terhadap klien baik
d.             Ekspresi feeling dan kepribadian awalny keluarga khawatit dengan kondisi anakny tetapi sekarang keluarga dapat menerima kondisi anaknya

e.              Riwayat seksual
-                Perkembangan seksual :labia mayora dan minora terbentuk normal
Aktivitas seksual :-

PEMERIKSAAN FISIK
A.
Pertumbuhan


tinggi badan
Berat badan
Lingkar dada
Lingkar lengan
Lingkar Kepala

68 cm
8100 gram
49 cm
12 cm
46 cm
B.
Perkembangan


Personal social
Motorik halus
Bahasa
Motorik kasar
Normal,
Dapat memegang dan melepas
Bahasa wajah dan tubuh
Coution
C.
Tanda Vital


Suhu
Denyut nadi
Pernafasan
38,6 0 Celsius
138x /menit
52x /menit
D.
PenampilanUmum


Hygiene nutrisi
Tingkah laku
Perkembangan
Kesadaran
Bersih
Menangis
Normal
Composmentis
E.
Kulit


Warna / tekstur
Suhu / Turgor/edema
Sawo matang/halus
38,60 C/Hangat/tidak ada edema
f.
Struktur Asesoris


Warna / kebersihan
Distribusi
Tekstur / kualitas rambut
Warna hitam,bersih,rambut merata,kualitas rambut kuat, pertumbuhan merata

Warna / kebersihan
Elastisitas / hygiene
Kuku
Bersih,warna pink
Kapileri refill < 3detik

Dematoglitik
Terdapat 3 garis pada kedua telapak tangan
G.
Kelenjar limfe


Submaksila

Cervical
Aksila
Inguinal
Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
-
Tidak ada benjolan
Tidak terdapat benjolan pada daerah inguinal



H
Kepala


Bentuk / kesimetrisan
Posisi & Kontrol
ROM
Fontanel
Kulit kepala
Perkusi sinus frontal
Mesochepal/Simetris
Kontrol normal
Aktif
Menutup
Bersih
I
Leher


Bentuk
Trakea/ Tiroid
Arteri karotis
Simetris
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Teraba kuat
J
Mata


Letak  / kesimetrisan
Jarak kantus
Palpebra /lipatan
Epikantus
Letak, gerakan, warna, kelopak mata
Konjungtiva / sclera
Kornea / iris
Pupil
Simetris antar kanan dan kiri
0,5 cm


Gerakan bebas, tidak juling

Tidak anemis,tidak ikterik,
warna coklat tua
Isokor
K
Telinga


Kebersihan / kotoran / bau
Letak pinna
Kanal
Pendengaran
Bersih,tidak ada serumen
Sejajar
Baik
Normal
L.
Hidung


Letak & ukuran
Anterior vestibula
Simetris,kecil
M
Mulut


Warna / tekstur/ lesi bibir
Membrane mukosa / gusi
Gigi / lidah
Merah muda,gusi merah muda,mukosa bibir kering
Gigi 2 bersih, lidah bersih
N
Dada


Ukuran, Bentuk /
Kesimetrisan/ gerakan perkembangan payudara
Garis imaginer
Ruang interkostal
Bentuk normal/Simetris antara kanan dan kir/gerakan kanan dan kiri sama
O
Paru –paru


Jumlah / irama
Kedalaman / kualitas / karakteristik
Fremitus vocal
Perkusi area paru
Auskultasi :
Intensitas . pola, kualitas, durasi, suara nafas

Terdapat stridor, irama cepat, dangkal, Sonor, auskultasi ronchi basah pada lobus kanan

P
Jantung


Inspeksi : ukuran
Kesimetrisan dada, apical impuls
Palpasi : kapilery refill pada dahi / ujung jari tangan / kaki
Auskultasi : kualitas / intensitas / kecepatan / irama
Simetris,kapileri refill < 3 detik,ic teraba, auskultasi : S1 dan S2 reguler,irama teratur
Q
Abdomen


Inspeksi : bentuk / ukuran / tonus
Kondisi kulit / gerakan / umbilicus
Hernia
Auskultasi bunyi peristaltic / denyut aortic
Perkusi abdomen
Palpasi liver / limfa / nadi femoralis
Reflek abdomen
Datar,tidak ada pembesaran umbilicus,peristaltic 15x per menit
Tidak terdapat pembesaran kelenjar limpa, hati tidak teraba, ginjal tidak teraba, tympani
R
Genetalia


Inspeksi struktur genetalia eksterna / meatus uretra / orificium vagina / kelenjar skenel / bartolini
Palpasi labia / kelenjar skenel / bartolini
Labia mayora dan labia minora bersih,tidak ada meatus uretra
T
Anus


Inspeksi : kerapatan/ kulit anus/ lipatan bokong / reflek anus
Paten, bokong kemerahan
U
Punggung


Inspeksi lengkungan dan kesimetrisan tulang belakang
Pergerakan tulang belakang
Simetris,pergerakan tulang baik
V
Ekstremitas


Inspeksi kesimetrisan / ukuran / suhu / warna/ ketegangan/ pergerakan ekstermitas atas
Inspeksi kesimetrisan / ukuran / suhu / warna/ ketegangan/ pergerakan ekstermitas bawah
Bentukm tulang : jarak lutut dan maleoli saat anak berdiri
Inspeksi posisi kaki : inspeksi gaya berjalan / reflek plantar / tonus otot / kekuatan lengan / tungkai / tangan / kaki

Ekstermitas atas kanan dan kiri simetris

Ekstermitas bawah kanan dan kiri simetris
Tonus otot baik,bentuk tulang normal

Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Data laboratorium tangal 28 April 2011
Pemeriksaan
Hasil
Nilai  Normal
Hb
12,0 g / dl
11.5– 15,5
Eritrosit
4,65 106 u/l
3,5 – 5,3
Leukosit
21,6 103 u/l
6,0 – 17,0
trombosit
368 103 u/l
150 – 450x103
Ht
36,7 %
34 – 40

Terapi obat – obatan tgl 22-6-2011 jm 19.00
Infuse D5-1/4 NS 20 tpm
Terapi O2 2 lpm
Paracetamol 3x100mg
Cefotaxim 250mg/8jam
Chloram 200mg/6jam
Tgl 23-6-2011 : Infuse D5-1/4 NS 20 tpm
Terapi O2 2 lpm
Cefotaxim 250mg/8jam
Chloram 200mg/6jam
Nebulizer ventolin /6jam
 Tgl 24-6-2011: Infuse D5-1/4 NS 20 tpm
Cefotaxim 250mg/8jam
Chloram 200mg/6jam
Nebulizer ventolin /6jam
Tgl 25-6-2011 :  Infuse D5-1/4 NS 20 tpm
Cefotaxim 250mg/8jam
Chloram 200mg/6jam
Nebulizer ventolin /6jam




DATA FOKUS
DS : - Ayah pasien mengatakan anaknya sesak nafas
-    Ayah pasien mengatakan anaknya batuk pilek disertai adanya secret
-    Ayah pasien mengatakan anaknya badannya panas
Do : - pasien sesak nafas
-    Bunyi auskultasi nafas terdengar ronkhi
-    Nafas  cepat, RR : 52 x/mnt
-    Keadaan umum : sedang
-    Kesadaran : composmentis
-    Pasien terpasang O2 2 l/mnt
-    Akral teraba hangat, S : 38,6 0C
-    Pasien rewel
-    Keringat keluar banyak
-    Mata berair
-    Leukosit 21,6 103/ul
-    N : 138x/menit
-    Wajah tampak kemerahan
















ANALISA  DATA

NO

DATA FOKUS
ETIOLOGI

MASALAH


1.







2.







3.


Ds : Ayah pasien mengatakan anaknya sesak nafas.
Do : pasien tampak sesak nafasnya, tampak kesulitan bernafas
RR :52x/menit
Nadi : 138x/menit
Pasien terpasang O2 2 l/mnt
Ds : ayah pasien mengatakan anaknya batuk pilek disertai sekret
Do :  pasien Tampak batuk pilek dan disertai sekret
Suara nafas terdengar ronkhi
 Ds  :  ayah pasien mengatakan anak badannya panas
Do :   S: 38,6° C
N : 138 x/menit
Leukosit : 21,6 103/ul
Keringat keluar banyak
Mata berair
Akral teraba hangat
Klien tampak rewel

Hiperventilasi






Penumpukan sekret







Proses inflmasi




Pola jalan tidak efektif





Bersihan jalan nafas tidak efektif









Hipertermi









Prioritas Masalah
1.Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi
2.Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret
3.Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi


II.      RENCANA KEPERAWATAN
No
Diagnnosa Keperawatan
Tujuan / KH
Perencanaan
Rasional
1.










Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret










Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, jalan nafas kembali efektif
Kriteria Hasil :
·         Batuk pilek hilang atau berkurang
·         Tidak ada retraksi
·         RR dala batas normal



·      Observasi keadaan umum
·      Monitor tanda – tanda vital klien (nadi, suhu, pernafasan)
·      Kaji pola nafas klien

·       Auskulltasi suara nafas
·       Berikan posisi semi fowler


·      Lakukan fisioterapi dada klien
·      Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian inhalasi
·     Mengetahui keadaan umum klien
·     Mengetahui tanda – tanda vital terutama respirasinya
·     Mengetahui pola nafas klien
·     Mengetahui adanya bunyi nafas klien
·     Dengan posisi semi fowler dapat mengurangi sesak nafas
·     Mengeluarkan spututum atau dekret
·     Memperlancar jalan pernafasan dan mengeluarkan sekret.

2




















3
.

Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi
















Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, pola nafas efektif
Kriteria Hasil :
·     Menunjukkan jalan nafas yang paten
·     Tanda – tanda vital dalam batas normal
·     Mampu bernafas dengan mudah










Setelah dilakukan tindakan keperawatan selam 1x24 jam, tidak terjadi hipertermi dengan
Kriteria Hasil :
- Suhu tubuh normal 36,5 °C – 37,5° C
- Ibu klien mengatakan panas anaknya sudah turun

·      Observasi keadaan umum klien
·      monitor tanda – tanda vital (nadi, suhu, pernafasan)
·      berikan posisi semi fowler


·      monitor adanya sianosis perifer

·      beri informasi kepada keluarga untuk membatasi aktivitas klien

·      kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi

·      Observasi keadaan umum klien

·       Monitor tanda-tanda vital klien (Suhu, nadi, pernafasan)

·       Anjurkan klien untuk banyak minum


·          Berikan kompres hangat
·          Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian antipiretik

·     Mengetahui keadaan umum klien
·     Mengetahui tanda – tanda vital terutama respirasinya.
·     Dengan posisi semi fowler dapat mengurangi sesak nafas
·     Untuk mengetahui tanda kekurangan oksigen
·     Untuk menambah pengetahuan keluarga dan utuk mencegah terjadinya sesak nafas

·     Untuk melancarkan pernafasan


·     Mengetahui keadaan umum klien

·     Mengetahui tanda-tanda vital klien terutama suhunya

·     Memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dan menjaga agar tidak terjadi dehidrasi
·     Menurunkan panas tubuh klien
·     Menurunkan panas  dengan terapi obat

a.        

















III.      IMPLEMENTASI
NoDx
Hari/tanggal/jam
Implementasi
Respon
TTD
1,2,3






3





1,2



3



3


1,2




1




1,2,3





3





1,2,3


1,2,3



1,2,3



1,2



1,2,3
kamis
23 juni 2011
07.50





08.00





08.05



08.15



09.00


10.10




10.40




14.20






          15.00





16.45



18.30




21.30




23.55



04.45
mengobservasi keadaan umum klien






Mengukur tanda-tanda vital





Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Memberikan obat sesuai indikasi
- Paracetamol 25 mg/1/4 tbl
Memberikan kompres  air hangat pada ketiak dan lipatan paha
Mengkaji pola nafas




Mempertahankan oksigenasi dan memberikan posisi semi fowler

Mengobservasi KU dan TTV





- Menganjurkan kepada keluarga pasien untuk memberi banyak minum
 - Memberikan  kompres air hangat pada ketiak dan lipatan paha
Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Mengatur tetesan infus wida DS-1/4 NS 20tpm mikro



Mengobservasi KU dan TTV



Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Mengatur tetesan infus WIDA DS-1/4NS 20tpm mikro

M





S : ayah pasien mengatakan anaknya sesak, batuk dan juga panas badannya
O : pasien tampak rewel, Keadaan umum lemah
Kesadaran : composmentis 
BB : 8100 gr

S : ayah pasien mengatakan anaknya badannya panas
O : KU : sedang
S : 38,60 C
N : 138 x/menit
RR :52x/menit
S : -
O : - pasien tampak menangis
- obat masuk lewat IV 

S : -
O :- Pasien tampak menangis
-          obat masuk lewat oral

S : -
O : - pasien di kompres hangat

S : ayah pasien mengatakan anaknya sesak dan pilek
O : - pasien tampak sesak nafas,batuk,pilek
-          RR :52x/menit
S : -
O : - terpasang oksigenasi 2 l/mnt
-          Ayah pasien tampak meninggikan bantal untuk anaknya
S : ayah pasien mengatakan anaknya masih batuk, pilek, sesak berkurang dan panas
O : - KU : sedang
-          S : 37,50 C
-          RR : 38 x/mnt

S : -
O : pasien tampak diberikan kompres hangat



S : -
O : obat masuk lewat IV


S :-
O : infus tampak pada ektremitas kanan atas

S :  -
O: - KU : sedang
-          Pasien tampak lemas
-          S : 36,70 C
-          N: 38 x/mnt
-          BB : 8100gr
S : -
O : obat masuk melalui IV


S: -
O: infus tampak pada ektremitas kanan atas
































1,2,3






3





1,2



3



3


1,2




1




1,2,3




3





1


1,2,3


1,2,3

1,2,3






1


1,2



1,2,3

1



1,2,3








1,2



1




1,2



1


1,2,3



1,2,3


1


1,2



1,2,3





1,2



1,2,3
jumat
25 juni 2011
07.50





08.00





08.10



08.20



09.00


10.10




11.20




14.20





          15.00





16.30


17.00



19.30


21.30







23.30


23.40



04.45


06.30



Sabtu 25 juni 2011
07.55







08.00



10.30




11.30



12.30


14.30




15.00



18.30


20.00



22.00






23.55



01.00
mengobservasi keadaan umum klien






Mengukur tanda-tanda vital





Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Memberikan obat sesuai indikasi
- Paracetamol 25 mg/1/4 tbl
Memberikan kompres  air hangat pada ketiak dan lipatan paha
Mengkaji pola nafas




Mempertahankan oksigenasi dan memberikan posisi semi fowler

Mengobservasi KU dan TTV




- Menganjurkan kepada keluarga pasien untuk memberi banyak minum
 - Memberikan  kompres air hangat pada ketiak dan lipatan paha
Memberikan terapi inhalasi nebulizer ventolin IR

Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Mengatur tetesan infus wida DS-1/4 NS 20tpm mikro

Mengobservasi KU dan TTV






Memberikan terapi inhalasi nebulizer ventolin IR

Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Mengatur tetesan infus WIDA DS-1/4NS 20tpm mikro
Memberikan terapi inhalasi nebulizer ventolin IR


-mengobservasi keadaan umum klien
-Mengukur tanda-tanda vital






Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Mengkaji pola nafas




memberikan posisi semi fowler


Memberikan terapi inhalasi nebulizer ventolin IR

Mengobservasi KU dan TTV



Mengatur tetesan infus WIDA DS-1/4NS 20tpm mikro

Memberikan terapi inhalasi nebulizer ventolin IR

Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Mengobservasi KU dan TTV





Memberikan injeksi sesuai indikasi
- Cefotaxime 250 mg/1cc
- Chloram 200 mg/1cc
Mengatur tetesan infus WIDA DS-1/4NS 20tpm mikro

S : ibu pasien mengatakan anaknya masih sesak, batuk dan juga panas badannya
O : pasien tampak rewel, Keadaan umum sedang
Kesadaran : composmentis 
BB : 8100 gr

S : ibu pasien mengatakan anaknya badannya masih panas
O : KU : sedang
S : 37,60 C
N : 130 x/menit
RR :32x/menit
S : -
O : - pasien tampak menangis
- obat masuk lewat IV 

S : -
O :- Pasien tampak menangis
-          obat masuk lewat oral

S : -
O : - pasien di kompres hangat

S : ibu pasien mengatakan anaknya sesak dan pilek
O : - pasien tampak sesak nafas,batuk,pilek
-          RR :32x/menit
S : -
O : - terpasang oksigenasi 2 l/mnt
-          ibu pasien tampak meninggikan bantal untuk anaknya

S : ayah pasien mengatakan anaknya masih batuk, pilek, sesak berkurang dan panas
O : - KU : sedang
-          S : 37,50 C
-          RR : 38 x/mnt
S : -
O : pasien tampak diberikan kompres hangat



S : -
O : pasien tampak menangis waktu di beri nebulizer
S : -
O : obat masuk lewat IV


S :-
O : infus tampak pada ektremitas kanan atas
S :  ibu pasien mengatakan batuk,pilek dan panas sudah mulai berkurang
O: - KU : sedang
-          Pasien tampak lemas
-          S : 36,40 C
-          N: 38 x/mnt
-          BB : 8100gr
S : -
O : pasien tampak menghirup waktu di beri nebulizer
S : -
O : obat masuk melalui IV


S :-
O : infus tampak pada ektremitas kanan atas
S: -
O: pasien tampak menghirup waktu di beri nebulizer

S :- ibu pasien mengatakan anaknya sesak, batuk  sudah berkurang
-          ibu pasien mengatakan anaknya badannya cukup baik
O : Keadaan umum sedang
Kesadaran : composmentis 
BB : 8100 gr
S : 36,60 C
N : 130 x/menit
RR :32x/menit
S : -
O : - pasien tampak tenang
- obat masuk lewat IV 

S : ibu pasien mengatakan anaknya sesak berkurang
O : - pasien tampak cukup tenang
-          RR :28x/menit

S : -
O : - ibu pasien tampak meninggikan bantal untuk anaknya
S : -
O : pasien tampak menghirup waktu di beri nebulizer
S : ibu pasien mengatakan anaknya cukup baik
O : - KU : sedang
-          S : 36,50 C
-          RR : 28 x/mnt
S :-
O : infus tampak pada ektremitas kanan atas

S : -
O : pasien tampak menghirup waktu di beri nebulizer
S : -
O : obat masuk lewat IV


S :  ibu pasien mengatakan sudah baik
O: - KU : sedang
-          Pasien tampak baik
-          S : 36,40 C
-          N:1 28 x/mnt
-          BB : 8100gr
S : -
O : obat masuk melalui IV


S: -
O: infus tampak pada ektremitas kanan atas









































IV.      EVALUASI
No.Dx
Hari/tgl/jam
Evaluasi
TTD
I





















2




















3

















1



















2
















3


















1
























2






















3
Kamis
23/6/11
21.00


























































Jumat
24/6/11
21.00





















































Sabtu
25/6/11
21.00
S :  ayah pasien mengatakan anaknya sesak, batuk dan juga panas badannya
O:   - pasien tampak rewel
-    Keadaan umum lemah
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- RR : 52x/mnt
- terpasang oksigenasi 2 l/mnt
- terpasang infus WIDA DS-1/4 NS 20 tpm mikro
-   injeksi masuk lewat IV(Cefotaxime 250 mg/1cc, Chloram 200 mg/1cc)
A: masalah bersihan jalan nafas teratasi sebagian ( tanda vital dalam batas normal,batuk  ada)
P: intervensi di lanjutkan
-    Observasi keadaan umum
-    Monitor tanda – tanda vital klien (nadi, suhu, pernafasan)
-    Kaji pola nafas klien
-    Auskulltasi suara nafas
-    Berikan posisi semi fowler
-    Lakukan fisioterapi dada klien
-    Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian inhalasi

S:  -
O: - pasien tampak rewel
-    Keadaan umum lemah
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- RR : 52x/mnt
- N : 138x/mnt
- Posisi anak semi fowler
- terpasang oksigenasi 2 l/mnt
A: masalah pola nafas tidak efektif teratasi sebagian( tanda-tanda vital dalam batas normal , dapat bernafas dengan mudah)
P: Intervensi dilanjutkan
- Observasi keadaan umum klien
- monitor tanda – tanda vital (nadi, suhu, pernafasan)
- berikan posisi semi fowler
- monitor adanya sianosis perifer
- beri informasi kepada keluarga untuk membatasi aktivitas klien
- kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi



S: ayah pasien mengatakan anaknya badanya panas
O:  Keadaan umum lemah
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- S: 38,60C
- keringat keluar
- mata berair
- akral teraba hangat
A: masalah hipertermi teratasi sebagian( suhu dalam batas normal
P: intervensi di lanjutkan
-             Observasi keadaan umum klien
-             Monitor tanda-tanda vital klien (Suhu, nadi, pernafasan)
-             Anjurkan klien untuk banyak minum
-             Berikan kompres hangat
-             Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian antipiretik





S :  ibu pasien mengatakan anaknya sesak, batuk dan juga panas badannya sedikit berkurang
O:   - pasien tampak rewel
-    Keadaan umum lemah
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- RR : 38x/mnt
- terpasang oksigenasi 2 l/mnt
- terpasang infus WIDA DS-1/4 NS 20 tpm mikro
-   injeksi masuk lewat IV(Cefotaxime 250 mg/1cc, Chloram 200 mg/1cc)
-   pemberian nebulizer vintolin IR
A: masalah bersihan jalan nafas teratasi sebagian ( tanda vital dalam batas normal,batuk masih ada)
P: intervensi di lanjutkan
-    Observasi keadaan umum
-    Monitor tanda – tanda vital klien (nadi, suhu, pernafasan)
-    Berikan posisi semi fowler
-    Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian inhalasi

S:  -
O: - pasien tampak rewel
-    Keadaan umum sedang
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- RR : 32x/mnt
       N : 130x/mnt
- Posisi anak tidur telentang
- O2 sudah di lepas
A: masalah pola nafas tidak efektif teratasi sebagian( tanda-tanda vital dalam batas normal , dapat bernafas dengan mudah)
P: Intervensi dilanjutkan
- Observasi keadaan umum klien
- monitor tanda – tanda vital (nadi, suhu, pernafasan)
- beri informasi kepada keluarga untuk membatasi aktivitas klien
- kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi

S : ayah klien mengatakan anaknya tidak panas lagi
O:  Keadaan umum sedang
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- S: 37,60C
- keringat keluar
- akral teraba hangat
A: masalah hipertermi teratasi sebagian( suhu dalam batas normal
P: intervensi di lanjutkan
-             Observasi keadaan umum klien
-             Monitor tanda-tanda vital klien (Suhu, nadi, pernafasan)
-             Anjurkan klien untuk banyak minum
-             Anjurka  kompres hangat jika panas
-             Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian antipiretik

   S:  ibu pasien mengatakan anaknya sesak, batuk dan juga panas badannya  berkurang
O:   - pasien agak rewel
-    Keadaan umum baik
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- RR : 32x/mn
-   injeksi masuk lewat IV(Cefotaxime 250 mg/1cc, Chloram 200 mg/1cc)
-   pemberian nebulizer vintolin /6jam
A: masalah bersihan jalan nafas teratasi sebagian ( tanda vital dalam batas normal,batuk masih ada)
P: intervensi di lanjutkan
-    Observasi keadaan umum
-    Monitor tanda – tanda vital klien (nadi, suhu, pernafasan)
-    Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian inhalasi

S :  -
O: - pasien agak rewel
-    Keadaan umum sedang
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- RR : 28x/mnt
       N : 128x/mnt
- Posisi anak tidur telentang
A: masalah pola nafas tidak efektif teratasi sebagian( tanda-tanda vital dalam batas normal , dapat bernafas dengan mudah)
P: Intervensi dilanjutkan
- Observasi keadaan umum klien
- monitor tanda – tanda vital (nadi, suhu, pernafasan)
- beri informasi kepada keluarga untuk membatasi aktivitas klien
- kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi

S: ayah klien mengatakan anaknya sudah  tidak panas lagi
O:  Keadaan umum sedang
- Kesadaran : composmentis 
- BB : 8100 gr
- S: 36,40C
A: masalah hipertermi teratasi sebagian( suhu dalam batas normal
P: intervensi di lanjutkan
-             Observasi keadaan umum klien
-             Monitor tanda-tanda vital klien (Suhu, nadi, pernafasan)
-             Anjurkan klien untuk  minum cukup























































































































ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. M DENGAN DIAGNOSA PNEUMONIA DI RUANG MELATI 2 DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA






DISUSUN OLEH :
                    YENI NUR RAHMAYANTI          




PROGRAM PROFESI NERS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAN
SURAKARTA
2011